Jumat, 10 Maret 2017

Alan Memberi Pelayanan Maksimal Pada Pelanggan di Pasar Pucung


                                           Alan di ruang kerjanya yang dilengkapi dengan CCTV

LiputanSatu.Com, Depok. Melayani 500 lebih pelanggannya Alan (35) sang pemilik dua usaha sembako Toko Alan di Pasar Pucung Raya, Kota Depok mengerahkan 18 orang pegawai.  Sayuran  segar yang berkulitas serta bumbu dapur lengkap tersedia di Toko Alan.  Alan setiap hari  di tokonya menjual lebih dua ton sayuran termasuk 400 kg cabe. 

Lebih lanjut Alan menjelaskan bahwa usaha sembako membuka lapangan kerja serta memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-harinya. Meskipun sayur-mayur menjadi primadona di tokonya tetapi Alan ternyata tidak memiliki kebun sendiri. Dia memasukkan kebutuhan dari berbagai sumber seperti dari Pasar Induk Kramat Jati Jakarta,  Bogor dan lainnya. “Dulu saya terjun langsung membeli barang, sekarang saya percayakan kepada dua orang pegawai saya. Sebelum menjual saya tanyakan dahulu modal barang-barang yang dibeli. Barang-barang setiap hari ada yang naik dan ada juga turun.”

Ketika ditanya pernah mengalami kerugian usaha, Alan membenarkan. “ Seperti biasanya dagangan, terkadang rugi dan terkadang juga untung. Kalau dalam sebulan  rugi sepuluh hari namun  bisa untung dua puluh hari ya lumayanlah” kata Alan. Alan juga terobsesi untuk mengembangkan usahanya dibidang elektronik dan lampu penerangan di luar Pasar Pucung Raya, namun masih berdekatan dengan Pasar Pucung.

Saat ditamya apa rahasia kesuksesan dari awal. Sebetulnya saya tidak pernah dagang sebelumnya  dahulu saya mengojek, seperti yang sampaikan sebelumnya. Namun saya sangat berkeinginan untuk dagang. Suatu hari saya menemukan buku kunci-kunci orang dagang. Diantaranya ditulis “Jangan mencari keuntungan semata. Cari bagaimana agar pelanggan itu puas.” Dagang kalau semakin murah semakin dikejar oleh pelanggan.  Kalau  anak buah saya tidak sopan pada pelanggan saya langsung berhentikan.“ 

Dalam menjalan usahanya ternyata Alan menerapkan ketegasan terhadap pegawai-nya demi kepuasan pelanggan. “Saya terpaksa memberhentikan 30 pegawainya  yang tidak melayani pelanggan dengan baik dan cepat serta alasan lainnya. Namun sebaliknya para pegawainya diberi tempat tinggal makan, dan gaji. Ada yang juga mereka yang menyimpan gajinya pada kami’ ujar sebut Alan.(RAC)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar